Skip to content
Suara Pertama

Suara Pertama

Bersuara dengan Berita

Primary Menu
  • Home
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Lainnya

Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di UMM, Beroperasi 2027

Riko 14 Juni 2026
Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di UMM, Beroperasi 2027

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyediakan lahan untuk pembangunan pabrik infus PT Suryavena Farma Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG — Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyediakan lahan untuk pembangunan pabrik infus PT Suryavena Farma Indonesia di Jalan Raya Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dari total 14 hektare aset lahan UMM di lokasi tersebut, sekitar tiga hektare dialokasikan sebagai kawasan industri terpadu.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir, Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Prof Muhadjir Effendy, serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI sekaligus Sekretaris BPH UMM Prof Fauzan menghadiri peletakan batu pertama proyek tersebut pada Kamis (11/6/2026). Pabrik tersebut diproyeksikan menjadi penopang utama rantai pasok alat kesehatan, baik jaringan Rumah Sakit Muhammadiyah maupun masyarakat.

Prof Haedar menjelaskan, pendirian pabrik infus adalah manifestasi dari ekosistem socio-religious corporation yang digagas oleh persyarikatan. Menurut dia, inisiatif tersebut membuktikan organisasi keagamaan mampu membangun kemandirian ekonomi dan kesehatan melalui aktivitas bisnis profesional yang orientasi utamanya adalah kemaslahatan publik dan kontribusi nyata bagi negara, bukan sekadar mencari keuntungan finansial.

Adapun PT Suyavena Farma Indonesia ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. “Ini bukan untuk Muhammadiyah, ini untuk bangsa. Bisnis yang kami bangun bukan bisnis demi bisnis, tetapi bisnis yang manfaatnya kembali kepada kehidupan orang banyak,” ucap Haedar.

Menurut Haedar, agama tidak sebatas mengatur akidah dan ibadah, melainkan juga urusan muamalah dalam tata kehidupan sosial ekonomi. Oleh karena itu, sambung dia, keterlibatan di sektor industri medis ini diposisikan sebagai bentuk pengabdian yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, akuntabilitas, dan keberlanjutan guna menopang berbagai layanan pendidikan hingga pemberdayaan umat.

Advertisement

Continue Reading

Previous: Hermanto, S.H.: Jangan Alihkan Isu, Publik Berhak Tahu Siapa yang Diuntungkan dari Surat KSOP dan Tertundanya PMKU Koperasi Eksisting
Next: Pemberdayaan Perempuan Dorong Ekonomi Restoratif NTT dan Perkuat Ketahanan Pangan

Berita Terkait

Gelar Wisuda ke-25, UTB Kukuhkan Lulusan Siap Bersaing di Era Kecerdasan Buatan

Gelar Wisuda ke-25, UTB Kukuhkan Lulusan Siap Bersaing di Era Kecerdasan Buatan

Riko 14 Juni 2026
KDM Minta Maaf Pemerintah Belum Mampu Tampung Semua Siswa di Sekolah Negeri

KDM Minta Maaf Pemerintah Belum Mampu Tampung Semua Siswa di Sekolah Negeri

Riko 13 Juni 2026
Program AI Learning Turut Perkuat Komunikasi Profesional di Industri Keuangan

Program AI Learning Turut Perkuat Komunikasi Profesional di Industri Keuangan

Riko 12 Juni 2026

Berita Terbaru

  • TUAH DUMAI SIAP GELAR AKSI PENYAMPAIAN PENDAPAT, DESAK PENYELESAIAN KONFLIK TKBM DAN PEMULIHAN KEPERCAYAAN PUBLIK
  • Iran Dikabarkan Buka Selat Hormuz Tanpa Tol, AS Siap Cabut Blokade
  • Gelar Wisuda ke-25, UTB Kukuhkan Lulusan Siap Bersaing di Era Kecerdasan Buatan
  • Kejaksaan Agung Dalami Dugaan Manipulasi Nilai Ekspor CPO, Pemeriksaan Merambah Sektor Perbankan
  • Marjohan: PTSB Siap Jadi Garda Terdepan Dukung Prabowo dan Wali Kota Dumai Perjuangkan Keadilan bagi Pekerja dan Koperasi Tempatan
Tentang Kami | Redaksi | Info Iklan | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Kontak Kami
Copyright © All rights reserved. | Suarapertama.com