Skip to content
Suara Pertama

Suara Pertama

Bersuara dengan Berita

Primary Menu
  • Home
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Lainnya

Gelar Wisuda ke-25, UTB Kukuhkan Lulusan Siap Bersaing di Era Kecerdasan Buatan

Riko 14 Juni 2026
Gelar Wisuda ke-25, UTB Kukuhkan Lulusan Siap Bersaing di Era Kecerdasan Buatan

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Universitas Teknologi Bandung (UTB) kembali menorehkan momen penting dalam perjalanan akademiknya dengan menyelenggarakan

Wisuda ke-25 yang berlangsung di Harris Hotel & Convention Festival Citylink Bandung, Kamis (4/6/2026).

Sebanyak 115 wisudawan resmi dikukuhkan sebagai lulusan dari berbagai departemen di lingkungan Universitas Teknologi Bandung. Prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Teknologi Bandung, Dr. Muchammad Naseer, S.Kom., M.T., dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Kepala LLDIKTI Wilayah IV Dr. Lukman, S.T., M.Hum., Pimpinan Yayasan Grup LPPI Bandung Dr. Dadang Hermawan, serta keynote speaker Gita Irawan Wirjawan, Menteri Perdagangan Republik Indonesia periode 2011–2014 dan Visiting Scholar Stanford University.

Pada Wisuda ke-25 ini, UTB meluluskan 115 wisudawan yang berasal dari empat departemen, yaitu Teknik Informatika sebanyak 52 wisudawan, Teknik Industri sebanyak 48 wisudawan, Desain Komunikasi Visual sebanyak 13 wisudawan, dan Bisnis Digital sebanyak 2 wisudawan.

Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan lulusan menghadapi perubahan yang semakin cepat di era transformasi digital. Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kemampuan beradaptasi, membangun jejaring, dan menjaga integritas dalam setiap langkah kehidupannya.

Dr. Lukman mengingatkan para wisudawan untuk memiliki kompas moral yang kuat sebagai landasan dalam berpikir, bertindak, dan mengambil keputusan. Ia juga menyoroti pentingnya membangun agile mindset, yaitu pola pikir yang terbuka terhadap perubahan, cepat belajar, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Selain itu, ia mengajak para lulusan untuk berani melakukan langkah-langkah akselerasi dalam pengembangan diri, baik melalui peningkatan kompetensi, pengalaman profesional, maupun kolaborasi lintas bidang. Menurutnya, dunia saat ini memberikan banyak peluang bagi mereka yang siap bergerak lebih cepat dan terus mengembangkan kapasitas diri.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Lukman memperkenalkan konsep JAGO sebagai karakter yang perlu dimiliki oleh lulusan Universitas Teknologi Bandung. JAGO merupakan akronim dari Jejaring (Networking), Adaptif, Gesit (Agile), dan Orisinal.

“Wisudawan-wisudawati UTB harus menjadi pribadi yang JAGO. Bangun jejaring seluas- luasnya, miliki kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan, bergerak dengan gesit dalam menghadapi tantangan, dan tetap orisinal dalam berkarya serta menciptakan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Rektor Universitas Teknologi Bandung, Dr. Muchammad Naseer, S.Kom., M.T., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan yang telah menyelesaikan perjalanan akademiknya dengan penuh dedikasi dan kerja keras. Ia berharap para lulusan mampu menjadi insan yang adaptif, inovatif, dan siap berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan baru. Dunia saat ini berkembang sangat cepat dan membutuhkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi, terus belajar, s erta berani menciptakan inovasi. Kami berharap para lulusan UTBdapat menjadi agen perubahan yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Dalam orasi ilmiahnya, Gita Irawan Wirjawan mengajak para lulusan untuk memiliki visi besar dalam membangun masa depan Indonesia di tengah perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Menurutnya, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu menjadi bangsa yang menciptakan dan mengembangkan teknologi tersebut.

“Wisudawan-wisudawati UTB harus punya aspirasi untuk menciptakan narasi Indonesia sebagai bangsa yang AI Capable, AI Creating, dan AI Enabled, bukan hanya AI Consuming. Tugas kita adalah mengakselerasi peningkatan daya dan kapasitas komputasi agar mampu bersaing di tingkat global,” ungkapnya.

Continue Reading

Previous: Kejaksaan Agung Dalami Dugaan Manipulasi Nilai Ekspor CPO, Pemeriksaan Merambah Sektor Perbankan
Next: Iran Dikabarkan Buka Selat Hormuz Tanpa Tol, AS Siap Cabut Blokade

Berita Terkait

Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di UMM, Beroperasi 2027

Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di UMM, Beroperasi 2027

Riko 14 Juni 2026
KDM Minta Maaf Pemerintah Belum Mampu Tampung Semua Siswa di Sekolah Negeri

KDM Minta Maaf Pemerintah Belum Mampu Tampung Semua Siswa di Sekolah Negeri

Riko 13 Juni 2026
Program AI Learning Turut Perkuat Komunikasi Profesional di Industri Keuangan

Program AI Learning Turut Perkuat Komunikasi Profesional di Industri Keuangan

Riko 12 Juni 2026

Berita Terbaru

  • TUAH DUMAI SIAP GELAR AKSI PENYAMPAIAN PENDAPAT, DESAK PENYELESAIAN KONFLIK TKBM DAN PEMULIHAN KEPERCAYAAN PUBLIK
  • Iran Dikabarkan Buka Selat Hormuz Tanpa Tol, AS Siap Cabut Blokade
  • Gelar Wisuda ke-25, UTB Kukuhkan Lulusan Siap Bersaing di Era Kecerdasan Buatan
  • Kejaksaan Agung Dalami Dugaan Manipulasi Nilai Ekspor CPO, Pemeriksaan Merambah Sektor Perbankan
  • Marjohan: PTSB Siap Jadi Garda Terdepan Dukung Prabowo dan Wali Kota Dumai Perjuangkan Keadilan bagi Pekerja dan Koperasi Tempatan
Tentang Kami | Redaksi | Info Iklan | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Kontak Kami
Copyright © All rights reserved. | Suarapertama.com