Dumai – Pernyataan kritis terkait pelaksanaan pengerjaan proyek pemerintah di Kota Dumai disampaikan oleh salah satu masyarakat yang akrab disapa Tumbur Hutagalung yang meminta adanya perhatian terhadap dugaan praktik yang menurutnya perlu mendapat pengawasan lebih lanjut.
Dalam penyampaiannya, Tumbur menyoroti adanya dugaan dominasi kelompok tertentu dalam pelaksanaan pengerjaan kegiatan pemerintah daerah.
Ia meminta persoalan tersebut tidak diabaikan dan dilakukan evaluasi secara terbuka.
“Saya melihat ada dugaan praktik yang perlu ditelusuri, termasuk dugaan adanya kelompok tertentu yang terlalu dominan dalam pengerjaan kegiatan atau proyek pemerintah Kota Dumai,” ujar Tumbur Hutagalung.
Menurutnya, berbagai informasi yang berkembang di masyarakat perlu disikapi dengan keterbukaan agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap tata kelola pemerintahan daerah maupun proses pelaksanaan program pembangunan.
Tumbur juga menggunakan istilah umum yang sudah diketahui masyarakat dengan sebutan “enam jahanam” yang menggambarkan pihak-pihak yang perlu menjadi perhatian publik terkait dugaan praktik yang ia soroti dalam pernyataannya.
“Saya mempertanyakan apakah dugaan-dugaan yang berkembang ini diketahui oleh wali kota atau tidak, karena masyarakat tentu menginginkan adanya pengawasan yang kuat terhadap setiap program pemerintah,” kata Tumbur Hutagalung.
Ia menambahkan bahwa pengawasan terhadap kegiatan pemerintah harus dilakukan secara maksimal agar setiap pelaksanaan program dapat berjalan sesuai aturan dan menjunjung prinsip transparansi.
Tumbur berharap berbagai dugaan yang berkembang dapat ditanggapi melalui mekanisme yang terbuka, sehingga masyarakat memperoleh penjelasan yang jelas dan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan tetap terjaga.
