Skip to content
Suara Pertama

Suara Pertama

Bersuara dengan Berita

Primary Menu
  • Home
  • Politik
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Lainnya

Program AI Learning Turut Perkuat Komunikasi Profesional di Industri Keuangan

Riko 12 Juni 2026
Program AI Learning Turut Perkuat Komunikasi Profesional di Industri Keuangan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — ELSA Business, platform pelatihan bahasa Inggris kelas dunia (dinobatkan oleh Forbes sebagai top 4 best AI in the world by research snipers) dan telah dipercaya lebih dari 1,300 organisasi secara global yang menerapkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan pengenalan suara (speech recognition), bersama PT Bank Danamon Indonesia Tbk (“Danamon”), menjalin kerja sama strategis untuk menjawab meningkatnya kebutuhan akan kemampuan bahasa Inggris karyawan di industri jasa keuangan. Kolaborasi ini diwujudkan melalui program peningkatan keterampilan bahasa Inggris bagi karyawan Danamon, yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran, tetapi juga mendorong partisipasi aktif dalam percakapan bisnis dan berdampak sekaligus membangun talenta perbankan yang kompetitif di tingkat global.

Sejalan dengan laporan World Economic Forum Future of Jobs Report yang menempatkan kemampuan komunikasi sebagai bagian dari keterampilan inti yang semakin dibutuhkan di sektor keuangan, seiring dengan meningkatnya kompleksitas interaksi bisnis dan kebutuhan kolaborasi lintas fungsi. Tantangan ini semakin terasa di tengah kebutuhan industri perbankan modern, di mana para pemimpin regional dan manajer area tidak hanya dituntut untuk unggul dalam kinerja bisnis domestik, tetapi juga harus mampu berkomunikasi secara efektif dalam forum lintas batas, seperti presentasi Board hingga interaksi strategis dengan mitra internasional. Hal ini sering kali menciptakan kesenjangan antara kemampuan teknis yang dimiliki dengan kemampuan menyampaikannya secara percaya diri dan meyakinkan dalam bahasa Inggris.

Selain itu, tantangan utama dalam program pelatihan digital adalah menjaga konsistensi keterlibatan peserta dalam jangka panjang. Pembelajaran e-learning konvensional sering mengalami penurunan partisipasi setelah beberapa minggu pertama, terutama di kalangan profesional dengan kesibukan kerja yang tinggi. Untuk menjawab tantangan tersebut, program ini dirancang secara khusus melalui pendekatan ‘Urgency by Design’, dengan menggabungkan kurikulum berbasis skenario nyata perbankan, jadwal terstruktur, dan pemantauan progres real-time bertujuan untuk memastikan keterlibatan yang berkelanjutan sepanjang program.

Program ini resmi dimulai melalui acara kick-off yang dibuka pada Mei 2026 oleh Ibu Evi Damayanti selaku Chief Human Capital and Operations Officer Danamon serta dihadiri oleh tim Human Capital Danamon untuk memberikan dukungan dan bentuk komitmen bersama dalam mendorong pengembangan talenta. Program ini dirancang untuk menjangkau 1.000 karyawan Danamon di berbagai wilayah, sebagai bagian dari upaya perusahaan dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan, terukur, dan aplikatif. Ke depannya, program ini juga akan terus dikembangkan untuk menjangkau lebih banyak karyawan dan mendukung pengembangan talenta secara berkelanjutan.

“Di tengah perkembangan industri perbankan yang semakin terhubung secara global, kemampuan komunikasi menjadi kompetensi penting bagi talenta perusahaan. Melalui kerja sama dengan ELSA Business, kami percaya bahwa investasi dalam pengembangan komunikasi profesional dapat diukur dampaknya secara konkret, mulai dari peningkatan kepercayaan diri hingga kesiapan berkomunikasi di forum bisnis global. Inisiatif ini juga merupakan bagian dari komitmen Danamon dalam membangun budaya belajar berkelanjutan serta mempersiapkan talenta perusahaan yang siap menghadapi kebutuhan industri perbankan masa depan,” ujar Evi Damayanti selaku Chief Human Capital and Operations Officer Danamon.

Program ini memanfaatkan teknologi AI Learning Agent dari ELSA Business untuk menghadirkan kurikulum yang dipersonalisasi sesuai dengan profil dan kebutuhan organisasi Danamon. Melalui metode roleplay dengan AI coach berbasis real-world scenario, peserta mendapatkan learning path yang disesuaikan dengan peran dan tantangan pekerjaan mereka. Sebagai contoh, seorang Branch Manager akan mendapatkan simulasi komunikasi yang relevan dengan situasi di lapangan, mulai dari interaksi dengan nasabah hingga komunikasi bisnis sehari-hari. Pendekatan ini memungkinkan ELSA Business hadir tidak hanya sebagai learning tools, tetapi juga sebagai business tools yang mendukung peningkatan kualitas layanan dan kesiapan talenta dalam menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang.

Selain menghadirkan pengalaman belajar yang lebih personal, praktis, dan fleksibel, platform ELSA Business juga memungkinkan Danamon memantau perkembangan peserta secara real-time melalui dashboard analitik yang terukur. Melalui personalisasi pembelajaran berbasis AI Learning Agent dan real-world business scenario, program ini tidak hanya membantu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri sehingga dapat mendukung efektivitas komunikasi profesional. Selain itu, program ini mampu mendorong kesiapan talenta Danamon dalam menghadapi industri jasa keuangan yang semakin kompetitif dan terhubung secara global, sehingga turut memberikan dampak positif bagi perkembangan bisnis.

Menyambut baik kolaborasi ini, Yasser Muhammad Syaiful, selaku Country Director ELSA Business Indonesia mengatakan, “Kami percaya bahwa penguasaan bahasa Inggris saat ini bukan hanya tentang kemampuan berbahasa, tetapi juga tentang meningkatkan efektivitas komunikasi, kualitas layanan, dan daya saing bisnis di era global. Melalui teknologi AI Learning Agent yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan organisasi, ELSA Business ingin membantu talenta Danamon belajar lebih relevan dan aplikatif. Teknologi ini juga mampu mengukur proses pembelajaran karyawan, sehingga hasil tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap kualitas layanan dan pertumbuhan bisnis Danamon di tengah industri jasa keuangan yang terus berkembang.”

Continue Reading

Previous: Lee Dong Wook Kembali Buka Toko, A Shop for Killers Makin Menegangkan
Next: Minat Investasi Emas Meningkat, Galeri24 Bidik Pengunjung Jakarta Fair

Berita Terkait

Platform AI Tutor Pertama di Indonesia Diperkenalkan Universitas Bunda Mulia

Platform AI Tutor Pertama di Indonesia Diperkenalkan Universitas Bunda Mulia

Riko 11 Juni 2026
Kolaborasi Kampus dan Industri Perkuat Kompetensi Siber Generasi Muda

Kolaborasi Kampus dan Industri Perkuat Kompetensi Siber Generasi Muda

Riko 11 Juni 2026
Buruan Daftar! Beasiswa PPBP dan PPTI Tahun Ajaran 2027 Kembali Dibuka

Buruan Daftar! Beasiswa PPBP dan PPTI Tahun Ajaran 2027 Kembali Dibuka

Riko 11 Juni 2026

Berita Terbaru

  • AAKJ-TKBM Riau Minta Polemik TKBM Dumai Tetap Fokus pada Akar Persoalan
  • Minat Investasi Emas Meningkat, Galeri24 Bidik Pengunjung Jakarta Fair
  • Program AI Learning Turut Perkuat Komunikasi Profesional di Industri Keuangan
  • Lee Dong Wook Kembali Buka Toko, A Shop for Killers Makin Menegangkan
  • IHSG Tembus 6.000, BP BUMN Nilai Optimisme Terjaga
Tentang Kami | Redaksi | Info Iklan | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Kontak Kami
Copyright © All rights reserved. | Suarapertama.com