NARASINEWS.ID – Aksi nasional 98 organisasi di Jakarta menyoroti isu geopolitik global dan kebijakan pemerintah dalam demonstrasi yang digelar di depan Istana Merdeka, Sabtu (7/3/2026). Aksi yang diikuti puluhan organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil ini merupakan lanjutan dari demonstrasi yang sehari sebelumnya digelar di depan Gedung DPR RI pada Jumat (6/3/2026).
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan berbagai isu nasional dan internasional, di antaranya rencana perjanjian dagang Indonesia–Amerika Serikat, keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP), rencana pengiriman pasukan TNI ke Gaza, hingga perkembangan konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Aksi ini diikuti berbagai organisasi mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil, di antaranya Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DKI Jakarta, Front Mahasiswa Nasional (FMN), serta Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA).
Ketua GMNI DKI Jakarta, Deodatus Sunda, yang akrab disapa Dendy, dalam orasinya menekankan pentingnya persatuan rakyat dalam menghadapi dinamika politik dan ekonomi yang dinilai semakin kompleks.
“Persatuan rakyat menjadi kunci untuk menghadapi situasi yang akan datang,” ujar Dendy di hadapan massa aksi.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP AGRA, Saiful Warhoni, menyoroti sikap pemerintah Indonesia terhadap dinamika geopolitik internasional, khususnya konflik di Timur Tengah.
Menurutnya, masyarakat dunia semakin menunjukkan penolakan terhadap berbagai tindakan militer yang dinilai merugikan rakyat sipil di sejumlah negara.
Aksi berlangsung dengan penyampaian orasi politik, pembentangan spanduk tuntutan, serta seruan solidaritas terhadap masyarakat di berbagai negara yang tengah menghadapi konflik.
Massa aksi juga menyerukan agar pemerintah Indonesia mengambil sikap yang lebih tegas dan berpihak pada kepentingan rakyat serta upaya menjaga perdamaian dunia. (ysp)
